25 Feb 2026

Puasa dalam tradisi kesehatan

Bulan ramadhan selalu membawa kebahagiaan bagi semua manusia, bulan ramadhan selalu membawa keberkahan bagi umat muslim pada khususnya. Karena bulan ini setiap kebaikan yang kita lakukan akan di lipatgandakan oleh Allah SWT. Salah satu kebahagiaan manusia saat di bulan ramadhan adalah saat berbuka puasa. Berbagai menu tradisional sampai menu modern tersaji saat berbuka puasa. Tahukah anda, ada tradisi masyarakat kita saat bulan ramadhan adalah dengan mengkonsumsi kolang kaling Kolang-kaling hampir selalu ada di momen buka puasa, entah dicampur dalam es buah, kolak, atau disajikan sebagai manisan dingin yang menyegarkan tenggorokan setelah seharian menahan haus. Teksturnya kenyal dan rasanya ringan, membuat banyak orang menyukainya tanpa berpikir panjang soal kandungan gizinya. Ternyata di balik tampilannya yang sederhana, kolang-kaling menyimpan serat dan air dalam jumlah yang cukup tinggi. Kombinasi ini ternyata berkaitan dengan keluhan yang sering muncul di bulan Ramadan, yaitu susah buang air besar. Perubahan jam makan, asupan cairan yang terbatas, serta pilihan menu berbuka yang cenderung manis dan rendah serat membuat kerja usus ikut berubah. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa sebagian orang merasa frekuensi BAB menurun selama puasa. Kolang-kaling kemudian sering disebut-sebut sebagai salah satu menu buka puasa yang bisa membantu melancarkan pencernaan.
Kolang-kaling berasal dari buah pohon aren atau Arenga pinnata. Dalam 100 gram kolang-kaling terkandung 94 persen air serta 1,6 gram serat pangan yang berkontribusi dalam menjaga kelancaran saluran cerna.

Serat membantu meningkatkan massa feses sekaligus mempertahankan kadar air di dalamnya. Proses ini mendukung pergerakan usus yang lebih teratur sehingga feses lebih mudah dikeluarkan. Asupan serat yang cukup juga berhubungan dengan konsistensi feses yang lebih lunak dan frekuensi BAB yang lebih stabil.
Puasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Selama seharian, tubuh beradaptasi dengan cara menyerap lebih banyak air dari sisa makanan di usus besar. Dampaknya, feses menjadi lebih kering dan padat.
Kolang kaling menjadi solusi sederhana dalam mengatasi sulit BAB, karena harga yang murah dan terjangkau untuk semua kalangan menjadi alternatif dalam mengatasi sembelit.
Penulis: Abdillah Fw
BM

Berkah Medika

Tim Edukasi & Layanan Homecare