Puasa dalam tradisi kesehatan
Kolang-kaling berasal dari buah pohon aren atau Arenga pinnata. Dalam 100 gram kolang-kaling terkandung 94 persen air serta 1,6 gram serat pangan yang berkontribusi dalam menjaga kelancaran saluran cerna.
Serat membantu meningkatkan massa feses sekaligus mempertahankan kadar air di dalamnya. Proses ini mendukung pergerakan usus yang lebih teratur sehingga feses lebih mudah dikeluarkan. Asupan serat yang cukup juga berhubungan dengan konsistensi feses yang lebih lunak dan frekuensi BAB yang lebih stabil.
Puasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Selama seharian, tubuh beradaptasi dengan cara menyerap lebih banyak air dari sisa makanan di usus besar. Dampaknya, feses menjadi lebih kering dan padat.
Kolang kaling menjadi solusi sederhana dalam mengatasi sulit BAB, karena harga yang murah dan terjangkau untuk semua kalangan menjadi alternatif dalam mengatasi sembelit.
Penulis: Abdillah Fw
BM
Berkah Medika
Tim Edukasi & Layanan Homecare