Pertama di Kabupaten Banyuwangi Program Pembentukan Kader Sanitasi dan Konservasi di Lakukan Oleh Mahasiswa KKN 65 Jember beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UIN KHAS JEMBER Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Kesehatan dan Kelestarian Alam di Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro.
Banyuwangi - Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi sekaligus membentuk agen perubahan di tingkat lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 65 Gombengsari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengadakan kegiatan Pembentukan Kader Sanitasi dalam Rangka Penguatan Sanitasi Masyarakat dan Konservasi Alam pada Jumat (17/7/2026) di Posko KKN 65, Dusun Sumberwaru, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Gombengsari, Ketua Rt dan Rw, tokoh masyarakat, serta warga Lingkungan Sumberwaru. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 65 UIN KHAS Jember, Dr. Abdillah Fatkhul Wahab , juga turut serta hadir sekaligus menjadi narasumber.
Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya sanitasi dengan membentuk kader sanitasi sebagai agen perubahan, serta menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap upaya konservasi alam agar tercipta lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam hipertensi yang diikuti seluruh peserta dengan penuh semangat. Pemilihan senam hipertensi didasarkan pada kondisi di Kelurahan Gombengsari yang menunjukkan masih cukup tingginya kasus hipertensi di masyarakat.
Ketua RW Lingkungan Sumberwaru, Agus Asmuni , dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN 65 Gombengsari yang telah menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kepedulian warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan lingkungan yang sehat.
Sementara itu, Lurah Gombengsari, Abdul Majid, menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan kader sanitasi. Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat. Terlebih, Lingkungan Sumberwaru memiliki potensi wisata alam berupa air terjun yang banyak dikunjungi wisatawan.
"Sumberwaru memiliki potensi yang harus kita jaga bersama. Lingkungan yang bersih dan tertata akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan. Saya berharap kader sanitasi yang dibentuk hari ini mampu menjadi penggerak dalam menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan," ujar Abdul Majid.
Memasuki sesi inti, Dr. Abdillah Fatkhul Wahab, M.Kes menyampaikan materi mengenai pentingnya penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan lima pilar utama STBM, yaitu menghentikan praktik buang air besar sembarangan (Stop BABS), membiasakan cuci tangan pakai sabun pada waktu-waktu penting, menjaga keamanan air minum dan makanan rumah tangga, mengelola sampah domestik secara tepat, serta mengelola limbah cair rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan.
Selain penguatan sanitasi masyarakat, peserta juga diajak memahami pentingnya konservasi alam melalui langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi pencemaran,dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 65 Gombengsari bersama Peserta yang hadir, membentuk kader yang dilakukan secara langsung pada kegiatan, sebagai langkah awal membangun kelompok masyarakat yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengedukasi warga mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, mendukung program sanitasi lingkungan, serta menggerakkan berbagai aksi kebersihan secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, panitia menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis yang disambut antusias oleh masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya deteksi dini dan penerapan gaya hidup sehat. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian diakhiri do'a dan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan ini, KKN 65 Gombengsari UIN KHAS Jember berharap kader sanitasi yang telah terbentuk dapat menjadi motor penggerak di tengah masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat serta kepeduliannya terhadap lingkungan.
Total Pembaca Artikel Ini
59
orang telah membaca artikel ini